·         Contoh Kasus CYBER CRIME dalam Dunia Perbankan
Saat ini terjadi pergeseran pola carding. Kalau dulu mereka lebih mengincar barang-barang yang mahal dan langka, kini uang yang dicari. Misalnya, kini marak carding untuk perdagangan saham secara online. Pelaku carding dari Indonesia berfungsi sebagai pihak yang membobol kartu kredit, dan hasilnya digunakan oleh mitranya di luar negeri untuk membeli saham secara online. Keuntungan transaksi itu kemudian ditransfer ke sebuah rekening penampungan, yang kemudian dibagi lagi ke rekening anggota sindikat. Setelah isu carding mereda, kini muncul bentuk kejahatan baru, yakni pembobolan uang nasabah melalui ATM atau cracking sistem mesin ATM untuk membobol dananya
Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.
Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya.
Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasio- nal harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik.
Situs Bank “Aspal” Mengecoh Nasabah
 Dunia perbankan dalam negeri juga digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs “Aspal”, jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi personal (PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia, tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik memberi perhatian pada kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan.
Kejahatan terhadap pelayanan perbankan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang selama ini sering terjadi di banyak tempat. Beberapa di antaranya sudah ditangani dengan baik, namun masih saja terus berulang dengan modus yang bervariasi. Misalnya mulai dari tindakan perampokan atas petugas bank maupun terhadap nasabah yang baru saja melakukan transaksi di bank. Di samping itu ada juga tindakan yang mengelabui data perbankan yang akibatnya merugikan nasabah, termasuk dengan cara mengganggu proses transaksi melalui pemanfaatan teknologi internet.
Akan tetapi, kini, satu pola pembobolan uang nasabah yang disimpan di bank mulai menggejala. Bentuknya adalah menyalahgunakan data dalam pemanfaatan anjungan tunai mandiri (ATM). Kejahatan ini telah membuat nasabah resah. Uang nasabah pun dikuras habis tanpa sepengetahuan si pemilik tabungan. Peristiwa seperti ini marak terjadi, seperti di Jakarta dan Bali. Kenyamanan menggunakan mesin ATM pun kini masih melemah. Padahal, penggunaan transaksi dengan cara seperti ini tujuannya adalah memudahkan nasabah, dengan memberi rasa aman dan kepraktisan.
Kemudian pihak bank juga mengalami kerugian. Baik kerugian material, juga kerugian psikologis. Bagaimanapun, bila terus-menerus terjadi kejahatan seperti ini akan berimplikasi bagi ketidakpuasan nasabah yang pada gilirannya akan mendatangkan ketidakpercayaan terhadap pelayanan dunia perbankan. Bank tanpa kepercayaan nasabah akan mengalami kekeringan. Sebab, bukan tidak mungkin para nasabah akan menarik dananya dari bank. Dunia perbankan secara umum pun akan mengalami ketidaknyamanan. Bagaimanapun jika kita hendak membangun iklim perbankan yang sehat, untuk kemudian memacu dunia ekonomi, harus ada pelayanan perbankan yang nyaman dan terpercaya. Itu tugas pemerintah dan pihak bank. Artinya, dalam setiap pelayanan perbankan, jangan sampai menimbulkan kerugian terhadap nasabah, meski itu dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, seperti pembobolan ATM milik nasabah. Artinya harus ada tanggung jawab atau umpan balik dari kepercayaan para nasabah terhadap bank. Dalam kaitan kasus kegiatan perbankan seperti yang terjadi akhir-akhir ini, kita mendukung langkah pihak Bank Indonesia yang memerintahkan bank untuk mengganti kerugian yang dialami para nasabah. Dari informasi yang ada, beberapa peristiwa yang sudah terjadi, kerugian nasabah diperkirakan mencapai angka 5 miliar rupiah. Belum lagi kerugian yang belum terdeteksi dan belum dilaporkan. Ke depan, bagi seluruh pemangku kepentingan terhadap dunia perbankan, apakah itu pihak BI, bank-bank yang ada, dan juga pemerintah, yang penting diutamakan adalah bagaimana memberikan rasa aman terhadap nasabah. Dan indikasi bank mampu atasi masalah tersebut adalah masyarakat aman melakukan transaksi termasuk dengan menggunakan ATM. Masyarakat harus percaya terhadap apa yang ditawarkan bank. Data nasabah harus terjaga betul. Di samping itu, para nasabah juga diharapkan kehati-hatiannya dalam menggunakan Kartu Anjungan Tunai Mandiri. Pasalnya, berbagai bentuk kejahatan itu dilakukan dengan cara skimming data, yaitu pencurian data nasabah yang tersimpan dalam kartu atau pengintipan nomor identitas personal (PIN).
Analisis Kasus
Cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer
Dalam beberapa literatur, cybercrime sering diidentikkan sebagai computer crime. The U.S.Department of Justice memberikan pengertian computer crime sebagai:"…any illegal act requiring knowledge of Computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution". Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu: "any illegal, unethical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data". Andi Hamzah dalam bukunya “Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal. Sedangkan menurut Eoghan Casey “Cybercrime is used throughout this text to refer to any crime that involves computer and networks, including crimes that do not rely heavily on computer“.
Ia mengkategorikan cybercrime dalam 4 kategori yaitu:
1. A computer can be the object of Crime.
2. A computer can be a subject of crime.
3. The computer can be used as the tool for conducting or planning a crime.
4. The symbol of the computer itself can be used to intimidate or deceive.
Polri dalam hal ini unit cybercrime menggunakan parameter berdasarkan dokumen kongres PBB tentang The Prevention of Crime and The Treatment of Offlenderes
di Havana, Cuba pada tahun 1999 dan di Wina, Austria tahun 2000,
menyebutkan ada 2 istilah yang dikenal :
a. Cyber crime in a narrow sense (dalam arti sempit) disebut computer crime: any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target the security of computer system and the data processed by them.
b. Cyber crime in a broader sense (dalam arti luas) disebut computer related crime: any illegal behaviour committed by means on relation to, a computer system offering or system or network, including such crime as illegal possession in, offering or distributing information by means of computer system or network.
Dari beberapa pengertian di atas, cybercrime dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai jaringan komputer sebagai sarana/ alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain.
Berdasarkan Motif Kegiatan
Berdasarkan motif kegiatan yang dilakukannya, cybercrime dapat digolongkan menjadi dua jenis sebagai berikut :
a. Cybercrime sebagai tindakan murni kriminal
Kejahatan yang murni merupakan tindak kriminal merupakan kejahatan yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Contoh kejahatan semacam ini adalah Carding, yaitu pencurian nomor kartu kredit milik orang lain untuk digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Juga pemanfaatan media internet (webserver, mailing list) untuk menyebarkan material bajakan. Pengirim e-mail anonim yang berisi promosi (spamming) juga dapat dimasukkan dalam contoh kejahatan yang menggunakan internet sebagai sarana. Di beberapa negara maju, pelaku spamming dapat dituntut dengan tuduhan pelanggaran privasi.
b. Cybercrime sebagai kejahatan ”abu-abu”
Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam wilayah ”abu-abu”, cukup sulit menentukan apakah itu merupakan tindak kriminal atau bukan mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk kejahatan. Salah satu contohnya adalah probing atau portscanning. Ini adalah sebutan untuk semacam tindakan pengintaian terhadap sistem milik orang lain dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari sistem yang diintai, termasuk sistem operasi yang digunakan, port-port yang ada, baik yang terbuka maupun tertutup, dan sebagainya.
Berdasarkan Sasaran Kejahatan
Sedangkan berdasarkan sasaran kejahatan, cybercrime dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti berikut ini :
a. Cybercrime yang menyerang individu (Against Person)
Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain :
Pornografi
Kegiatan yang dilakukan dengan membuat, memasang, mendistribusikan, dan menyebarkan material yang berbau pornografi, cabul, serta mengekspos hal-hal yang tidak pantas.
Cyberstalking
Kegiatan yang dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya dengan menggunakan e-mail yang dilakukan secara berulang-ulang seperti halnya teror di dunia cyber. Gangguan tersebut bisa saja berbau seksual, religius, dan lain sebagainya.
Cyber-Tresspass
Kegiatan yang dilakukan melanggar area privasi orang lain seperti misalnya Web Hacking. Breaking ke PC, Probing, Port Scanning dan lain sebagainya.
b. Cybercrime menyerang hak milik (Againts Property)
Cybercrime yang dilakukan untuk menggangu atau menyerang hak milik orang lain. Beberapa contoh kejahatan jenis ini misalnya pengaksesan komputer secara tidak sah melalui dunia cyber, pemilikan informasi elektronik secara tidak sah/pencurian informasi, carding, cybersquating, hijacking, data forgery dan segala kegiatan yang bersifat merugikan hak milik orang lain.
c. Cybercrime menyerang pemerintah (Againts Government)
Cybercrime Againts Government dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah. Kegiatan tersebut misalnya cyber terorism sebagai tindakan yang mengancam pemerintah termasuk juga cracking ke situs resmi pemerintah atau situs militer.

Sumber:bataviase.co.id/detailberita



PERCABANGAN, PERULANGAN, DAN LOMPATAN (BREAK, CONTINUE) DALAM JAVA
1.  PERCABANGAN

Percabangan adalah suatu pilihan atau opsi dengan kondisi tertentu. Jika kondisi yang menjadi  syarat terpenuhi, maka opsi atau pilihan dijalankan, jika tidak maka sebaliknya. Dalam java terdapat 4 macam jenis percabangan, if, if-else, else-if, dan juga switch. Keempat jenis ini memiliki penggunaan masing-masing. Berikut penjelasan mengenai penggunaan tiap-tiap percabangan:
  • IF : Percabangan if ini digunakan jika kita hanya memiliki satu pernyaatan yang akan     dijalankan dengan syarat tertentu. Jika kondisi benar, maka pernyataan akan dijalankan.
Bentuk Umum Statement if :
if( boolean_expression )
statement;
atau
if( boolean_expression ){
statement1;
statement2;
. . .
}
Contoh Program :
int grade = 68;
if( grade > 60 ) System.out.println("Congratulations!");
atau
int grade = 68;
if( grade > 60 ){
System.out.println("Congratulations!");
System.out.println("You passed!");}
Petunjuk Penulisan Program :
1.      Boolean_expression pada statement harus merupakan nilai boolean.Hal ini berarti persyaratan harus bernilai true atau false.
2.      Masukkan statement di dalam blok if. Contohnya,
if( boolean_expression ){
//statement1;
//statement2;

  • IF ELSE : Percabangan if else digunakan saat kita memiliki dua pernyataan dengan syarat tertentu. Jika hasil dari if benar, maka pernyataan1 yang dijalankan, sedangkan jika salah, pernyataan dua yang akan dijalankan.
Bentuk statement if-else :

if( boolean_expression )
statement;
else
statement;
dapat juga ditulis seperti,
if( boolean_expression ){
statement1;
statement2;
. . .
}
else{
statement1;
statement2;
. . .
}



Berikut ini contoh code statement if-else :

·         Contoh Program Pertama :

import java.util.Scanner;
public class Kondisi{
public static void main (String [] args){
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("Program Nilai");
System.out.println("-------------");
System.out.println("");
System.out.println("");
System.out.print("Masukkan Nilai UTS     :           ");
int uts = input.nextInt();
System.out.println("");
System.out.print("Masukkan Nilai UAS    :           ");
int uas = input.nextInt();    
int hasil = (uts+uas)/2;
System.out.println("");
if( hasil > 60 ) System.out.println("Congratulations!");
else System.out.println("Sorry you failed");

·         Contoh Program Kedua :

import java.util.Scanner;
public class Kondisi{
public static void main (String [] args){
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("Program Nilai");
System.out.println("-------------");
System.out.println("");
System.out.println("");
System.out.print("Masukkan Nilai UTS         :           ");
int uts = input.nextInt();
System.out.println("");
System.out.print("Masukkan Nilai UAS         :           ");
int uas = input.nextInt();    
int hasil = (uts+uas)/2;
System.out.println("");
if( hasil > 60 ){
System.out.println("Congratulations!");
System.out.println("You passed!");
}
else{
System.out.println("Sorry you failed");
}

Petunjuk Penulisan Program :
1.      Untuk menghindari kebingungan, selalu letakkan statement di dalam blok if-else di dalam tanda {},
2.      Anda dapat memiliki blok if-else yang bersarang. Ini berarti anda dapat memiliki blok if-else yang lain di dalam blok if-else. Contohnya,
if( boolean_expression ){
if( boolean_expression ){
. . .
}
}
else{
. . .
}




  • ELSE - IF : percabangan yang digunakan saat kita memiliki banyak kondisi (lebih dari 2) dan banyak pernyataan (lebih dari 2). jika kondisi1 benar, maka pernyataan1 akan dijalankan, jika kondisi2 benar, maka penyataan2 akan dijalankan, jika semua kondisi salah, maka penyataan4 yang akan dijalankan saja.  
Bentuk statement if-else if :

if( boolean_expression1 )
statement1;
else if( boolean_expression2 )
statement2;
else
statement3;


Berikut ini contoh code statement if-else-if :

import java.util.Scanner;
public class Kondisi{
public static void main (String [] args){
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("Program Nilai");
System.out.println("-------------");
System.out.println("");
System.out.println("");
System.out.print("Masukkan Nilai UTS         :           ");
int uts = input.nextInt();
System.out.println("");
System.out.print("Masukkan Nilai UAS        :           ");
int uas = input.nextInt();    
int hasil = (uts+uas)/2;
System.out.println("");
if (hasil>90)
{
   System.out.println(":) Anda mendapatkan GRADE A :)");
}
else if(hasil>70)
{
  System.out.println(":) Anda mendapatkan GRADE B :)");
}
else if(hasil>60)
{
   System.out.println(":) Anda mendapatkan GRADE C :)");
}
else if(hasil>50)
{
   System.out.println(":) Anda mendapatkan GRADE D :)");
}
else
{
System.out.println(":) Anda mendapatkan GRADE E :)");
    }
System.out.println("");
System.out.println("");
}
}
  • SWITCH-CASE : percabangan yang digunakan saat kita memiliki banyak kondisi (lebih dari 2) dan banyak pernyataan (ledbih dari 2). Sebenarnya switch-case ini hampir sama dengan else if. Jika nilai variabel yang ditunjuk bernilai sesuai nilai1, maka pernyataan1 akan dijalankan, jika nilai variabel yang ditunjuk bernilai sesuai nilai2, pernyataan2 dijalankan, jika tidak ,maka pernyataan3 yang akan dijalankan.
Bentuk statement switch :
switch( switch_expression ){
case case_selector1:
statement1; //
statement2; //block 1
. . . //
break;
case case_selector2:
statement1; //
statement2; //block 2
. . . //
break;
. . .
default:
statement1; //
statement2; //block n
. . . //
break;
}

CATATAN:
1.      Tidak seperti statement if, pada struktur switch statement dieksekusi tanpa memerlukan tanda kurung kurawal ({}).
2.      Ketika sebuah case pada statement switch menemui kecocokan, semua statement pada case tersebut akan dieksekusi. Tidak hanya demikian, statement lain yang berada pada case yang cocok juga dieksekusi.
3.      Untuk menghindari program mengeksekusi statement pada case berikutnya, kita menggunakan statement break sebagai statement akhir.
Petunjuk Penulisan Program :
1.      Menentukan penggunaan statement if atau statement switch adalah sebuah keputusan. Anda dapat menentukan yang mana yang akan dipakai berdasarkan kemudahan membaca program dan faktor-faktor yang lain.
2.      Statement if dapat digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan rentang nilai tertentu atau kondisi tertentu, sedangkan statement switch membuat keputusan hanya berdasarkan nilai unique (unik) dari integer atau character.
Contoh statement switch :
import java.util.Scanner;
public class SwitchCase{
public static void main (String [] args){
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.print("Masukkan Angka (1 - 10)  :           ");
int a = input.nextInt();     
switch (a) {
     case 1:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Satu");
     break;
     case 2:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Dua");
     break;
     case 3:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Tiga");
     break;
     case 4:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Empat");
     break;
     case 5:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Lima");
     break;
     case 6:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Enam");
     break;
     case 7:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Tujuh");
     break;
     case 8:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Delapan");
     break;
     case 9:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Sembilan");
     break;
     default:
        System.out.println("Bilangan yang diinputkan adalah Sepuluh");
     break;
          }
     System.out.println("");
     System.out.println("");
    }
}
2. PERULANGAN

    Perulangan adalah suatu proses di dalam program yang dapat mengeksekusi beberapa statement yang sama dengan berulang – ulang sampai ada kondisi untuk berhenti. Macam-macam Perulangan dan Bentuk Umumnya pada Java, yaitu :
a.             For, yaitu program perulangan yang banyaknya sudah diketahui sebelumnya.Proses perulangan akan terus berjalan selama kondisi bernilai true, dan jika bernilai false maka proses perulangan akan diberhentikan secara otomatis.
for ( inisialisasi; terminasi; iterasi ) statement;
· Inisialisasi adalah pemberian nilai awal variable untuk perulangan.
· Terminasi adalah pemberian nilai akhir atau batas perulangan
· Iterasi adalah perubahan variable kontrol (counter).
ketiga ungkapan dan kurung kurawal tutup (}) yang terdapat dalam for tersebut harus dipisahkan dengan tanda (;). Dalam hal ini pernyataan bisa berupa pernyataan tunggal maupun jamak. Jika pernyataan berbentuk jamak, maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakkan diantara kurung kurawal buka ({)

Bentuk umumnya :

For(inisialisasi; kondisi; iterasi)
//Statement
Contoh Program FOR:
#include
main()
{
int i,
clrscr();
for(i=0;i<5;i++)
{
printf(“%d\n”,i);
}
}
Output:
0
1
2
3
4

b.             While, yaitu perulangan yang pengkondisiannya berada di awal blok, jadi apabila kondisi tidak terpenuhi (bernilai flase) maka proses pengulangan tidak akan pernah dilakukan atau tidak berjalan. Statement dapat berupa statement kosong, statement tunggal maupun blok statement. Proses perulangan akan terus dilaksanakan jika kondisi dalam while masih bernilai benar, dan akan dihentikan ketika pernyataan bernilai salah.

Bentuk umumnya :

While(kondisi)
{
                        Pernyataan;
              }
Contoh Program While :
#include
main()
{
int i=0;
while(i<5)
{
printf(“%d\n”,i);
/*hasil output contoh ini sama dengan contoh pada for( )*/
i++;
}
}

 Output:
0
1
2
3
4
c.              Do – While, yaitu pengulangan yang pengkondisiannya berada di akhir blok, jadi pada pengulangan Do – While akan dilakukan minimal sekali meskipun ternyata kondisinya tidak terpenuhi / tidak dilakukan. Pada pernyataan ini, tubuh loop berupa pernyataan, dengan pernyataan bisa berupa pernyataan tunggal, pernyataan majemuk maupun pernyataan kosong. Pada pernyataan do, mula-mula pernyataan dijalankan. Selanjutnya, kondisi diuji. Seandainya kondisi bernilai benar, maka pernyataan dijalankan lagi, kemudian kkondisi diperiksa kembali dan seterusnya. Kalau kondisi ternyata bernilai salah pada saat dites, maka pernyataan tidak akan dijalankan lagi.
Bentuk umumnya adalah :
Do
{
   Pernyataan;
}
While (kondisi);
Contoh Program Do - While:
#include
main()
{
int i=0;
do
{
printf(“%d\n”,i);
i++;
}while (i < 5);}
3.      LOMPATAN (BREAK, CONTINUE)
Java mempunyai keyword yang begitu banyak, diantaranya yaitu Break dan Continue. Kelompok keyword ini berfungsi untuk melompat dari suatu baris program java ke baris yang lain (variasi lain dari perintah goto dalam bahasa BASIC), sehingga berakibat pengabaian baris program setelah keyword tersebut.
·         Penggunaan keyword break
          Ada dua penggunaan keyword break, yaitu untuk keluar dari kendali percabangan switch, dan untuk keluar dari kendali perulangan.
Dengan keyword ini berarti percabangan/perulangan akan diakhiri, kemudian eksekusi dilanjutkan ke pernyataan setelah blok percabangan/perulangan tersebut.
Contoh :
public class Break {
  public static void main(String args[]) {
  int i = 0;
  do {
  i++;
  System.out.println(i);
  if (i==5) break; // Jika i bernilai 5 maka perulangan akan berjalan
  } while (i <= 9) // Do While dihentikan
  }
 }
Simpanlah program diatas dengan nama Break.java, kemudian compile dan jalankan. Hasil running program tersebut :
https://ajenkmhy93.files.wordpress.com/2012/10/17.png



·         Penggunaan keyword continue
       Penggunaan keyword ini untuk segera lompat ke perulangan berikutnya. Baris-baris program setelah keyword continue dalam blok perulangan saat itu berarti diabaikan.
Contoh :
public class Continue {
 public static void main(String args[]) {
 int i=0;
 do {
 i++;
 if (i==3) continue;
 System.out.println(”iterasi ke : “+i);
 if (i==5) break;
 } while(i <= 9);
 }
}
Simpanlah program diatas dengan nama Continue.java, kemudian compile dan jalankan. Hasil running program tersebut :
https://ajenkmhy93.files.wordpress.com/2012/10/19.png